Welcome to OASIS blog, thank you for joining.

Sunday, March 29, 2009

TAMBAH LAGI BUKTI PORNOGRAFI ITU MERUSAK

Semua pasti tahu jika pornografi itu melanggar norma-norma yang berlalk ke kenidupan normal manusia, kenapa saya katakan normal sebab ada saja manusia yang melegalkan pornografi bahkan menjadikannya mata pencarian sehingga dengan segenap daya upaya pasti akan berusaha mengatakan bahwa porno itu boleh.
Secara manusiawi, porno itu tidak baik. Demikianlah fitrah manusia dibuat oleh Allah, tengoklah kisah Adam seorang manusia pertama kali itu sudah mengenal rasa fitrah malu sehingga dia berpakaian atau menutup aurat, demikian juga ketika datang teman yang bernawa Hawa sebagai teman yang berjenis kelamin wanita, maka secara normal manusia mereka berdua timbul rasa malu sehingga menutupi diri dengan pakaian. Hal ini dibuktikan juga dalam Al Qur'an saat mereka berdua melanggar maka tersingkaplah pakaian mereka berdua sehingga mereka berusaha menutupi aurat mereka dari apa saja yang bisa untuk menutupi.
Demikian sejatinya fitrah normal manusia terhadap pornografi, mereka akan malu utnuk membuka aurat, apalagi menjadikannya bagian dari tontonan atau industri untuk sekedar duit. Berikut ini tambalah lagi bukti tentang kerusakan pornografi untuk otak.

Senin, 2 Maret 2009 | 20:10 WIB dari www.kompas.com

JAKARTA, SENIN - Paparan materi pornografi dalam waktu yang lama dan terus menerus terhadap anak ternyata dapat merusak otak. Potensi kecerdasaan yang seharusnya bisa berkembang ketika makin dewasa jadi terhambat.

Demikian disampaikan dr. Donald L. Hilton, Jr.,M.D., F.A.C.S, pakar bedah saraf dari Texas, Amerika Serikat di Jakarta, Senin (2/3).

Menurut Donald, kerusakan otak bisa terjadi karena di dalam otak manusia terdapat hormon atau zat kimiawi yang bernama dopamin. Zat ini berperan mengatur pemenuhan akan kesenangan (pleasure) pada manusia, misalnya pada saat bermain game, berjudi, pemakaian obat-obatan, juga dalam kesenangan seksual.

Pemenuhan hasrat senang secara normal tidak menimbulkan masalah bagi hormon ini. Hormon ini akan berada dalam kondisi seimbang. Namun, kata Donald, hormon ini akan menjadi masalah ketika pemenuhan kesenangan ini berlangsung tidak normal atau berlebihan.

"Pada orang yang kecanduan akan kesenangan tertentu seperti kecanduan pada pornografi, hormon ini akan terpakai terus menerus dan pada akhirnya jumlahnya menjadi sangat sedikit, " jelas Donald. Akibatnya, otak akan mengerut (shrinked), terutama pada pusat-pusat otak yang mengontrol kesenangan.

Orang makin tidak bisa menguasai diri, dan terus berupaya mendapatkan kepuasan berulang-ulang. Intensitasnya pun makin meningkat. Adiksi kesenangan tertentu juga dapat mempengaruhi kekuatan daya belajar dan memori.

"Pada sel otak normal rangkaian listrik bejalan sangat cepat. Namun pada sel otak yang addicted rangkaian listrik ini berjalan lebih lamban, " ujar Donald. Selain itu, mengerutnya otak juga mengganggu sistem komunikasi

Hal ini dapat diatasi dengan memperbaiki sel otak yang rusak. Ada empat faktor penting dalam proses penyembuhan, antara lain motivasi diri, lingkungan yang aman, support group, dan konselor atau terapis.

Di Amerika, menurut Donald, proses penyembuhan memakan waktu kurang lebih 18 bulan agar fungsi otak normal kembali


Template by - m - 2008